Kenali 10 Objek Pemajuan Kebudayaan

Objek Pemajuan Kebudayaan Kemdikbud

Ada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan yang tercantum dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Artinya, dari sekian banyak kebudayaan yang ada di Indonesia dicoba dikelompokan ke dalam 10 objek kebudayaan tersebut.

Untuk mendukung pemajuan kebudayaan Indonesia, kita semua harus berpartisi aktif. Langkah awalnya adalah dengan mengenali 10 objek kebudayaan yang tercantum dalam UU tersebut.

Definisi obek pemajuan kebudayaan yang akan disebutkan dalam artikel ini menggunakan definisi yang tercantum di UU tersebut.

Mari disimak.

Siapa tahu, apa yang sehari-hari kita lihat termasuk ke dalam objek pemajuan kebudayaan.

Tradisi Lisan

Tradisi lisan adalah tuturan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, antara lain, sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun dan cerita rakyat.

Dari kelima contoh yang disebutkan di atas, ada satu yang menarik yaitu rapalan.

Umum diketahui rapalan dekat kaitannya dengan mantra.

KBBI daring yang diterbitkan Kemdikbud pun menyinonimkan rapal dengan mantra.

Lihat juga: Hasil KBBI dari Kemdikbud.

Lalu, mengapa rapalan termasuk ke dalam tradisi lisan?

Rapal erat kaitannya dengan baca, eja, lisan seperti yang tertulis di Tesaurus Bahasa Indonesia.

Lihat juga:Tesaurus Bahasa Indonesia.

Mungkin juga, rapalan adalah salah satu bentuk budaya yang ada di Nusantara.

Lagu dangdut populer yang berjudul Jaran Goyang adalah salah satu contoh penggambaran adanya mantra Jaran Goyang yang dikenal di kalangan masyarakat.

Tidak hanya itu, Semar Mesem juga disebut di dalam lirik lagu itu.

Dilihat dari namanya, sepertinya mantra itu berkembang di daerah masyarakat yang berbahasa Jawa.

Coba, mungkin jika pembaca ingin tahu lebih banyak mantra-mantra yang ada di Nusantara, bisa dicari di mbah Google.

Jika yang dimaksud rapalan itu mantra, bagaimana ya caranya memajukan objek pemajuan kebudayaan ini?

Manuskrip

Merujuk UU No. 5 tahun 2017, manuskrip adalah naskah beserta informasi yang terkandung di dalamnya, yang memiliki nilai budaya dan sejarah, antara lain serat, babad, hikayat dan kitab.

Selain kaya dengan tradisi lisannya, Indonesia juga kaya dengan manuskrip.

Contoh-contoh yang terkenal di antaranya Hikayat Raja Raja Pasai, Bustanus Salatin, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Amir Hamzah, Serat Centhini, Babad Tanah Jawi dan sebagainya.

Biasanya manuskrip di Indonesia ditulis di berbagai media, ada yang di daun lontar, kayu kulit batang daluang, kertas dan sejenisnya.

Bahasanya pun mengikuti bahasa daerah tempat manuskrip itu lahir.

Jenis hurufnya pun beragam dari huruf Arab, Jawa Kuno, Kaganga dan masih banyak lagi.

Hanya sebagian kecil orang yang dapat membaca dan mengetahui isinya.

Jika pembaca tertarik untuk dapat membacanya, pembaca bisa pertimbangkan menjadi seorang filolog.

Seperti apa karya-karya di bidang filologi?

Dapat diakses di sini

Lihat juga: List Skripsi, Tesis dan Disertasi bidang filologi di Universitas Indonesia

Lihat juga: List Skripsi, Tesis dan Disertasi bidang filologi di Universitas Gadjah Mada

Adat Istiadat

Berdasarkan UU No. 5 tahun 2017, adat istiadat adalah kebiasaan yanag didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain, tata kelola lingkungan dan tata cara penyelesaian sengketa.

Apakah pembaca mengetahui adat istiadat yang mengatur tata kelola lingkungan?

Sudah pernah dengar tentang Sasi Lompa?

Menurut pemahaman penulis, Sasi Lompa adalah ritual yang mengatur saat yang tepat untuk mengambil ikan di suatu perairan.

Sasi Lompa dilaksanakan oleh masyarakat Haruku, Maluku Tengah.

Informasi lebih lanjut dapat di baca di artikel ini.

Lihat juga: Ritual Buka Sasi Ikan Lompa.

Selain Sasi Lompa, kalian dapat mencari lagi adat istiadat di Indonesia yang ramah dengan alam dan menyelaraskan harmoni kehidupan bermasyarakat di buku, artikel koran dan artikel internet lainnya.

Jika kalian menemukannya, betapa hebatnya bukan? para leluhur kita telah mempunyai pengetahuan yang dapat hidup selaras dengan alam dan lingkungannya.

Jika saat ini kita menghadapi kesulitan untuk hidup selaras dengan alam dan lingkungan, saatnya kita mempelajari pengetahuan yang telah ada dari generasi sebelumnya.

Ritus

Ritus adalah tata cara pelaksanaan upacara atau kegiatan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya antara lain, berbagai perayaan, peringatan kelahiran, upacara perkawinan, upacara kematian dan ritual kepercayaan beserta perlengkapannya.

Ritus sangat dekat kaitannya dengan upacara-upacara.

Biasanya di dalam ritus terkandung rasa syukur, harapan dan segala hal yang menjadi keinginan baik manusia agar terlaksana.

Contoh yang masih sering kita lihat sehari-hari adalah seperti syukuran 4 dan 7 bulan kehamilan.

Jika kita menghadiri pesta pernikahan, kemungkinan besar kita akan melihat prosesi adat pernikahan.

Hampir setiap suku bangsa di Indonesia memiliki prosesi adat pernikahannya sendiri.

Untuk suku Jawa, selain prosesi seperti kacar-kucur, injak telur, dan lempar bunga. Ada juga bentuk lainnya yang tidak kalah sakral, seperti penggunaan batik dengan motif tertentu.

Lihat juga: Pakem penggunaan motif batik pada prosesi adat Jawa.

Pengetahuan Tradisional

Pengetahuan Tradisional adalah seluruh ide dan gagasan dalam masyarakat, yang mengandung nilai-nilai setempat sebagai hasil pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan lingkungan, dikembangkan secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya.

Apakah pembaca pernah membaca liputan khusus Kompas yang berjudul Ring of Fire?

Liputan yang terbit pada 2011 – 2012 menginformasikan kondisi geografis di Indonesia yang mengancam kehidupan penduduknya.

Yang menarik di sana adalah diceritakan pengetahuan tradisional tentang bencana besar yang pernah dialami oleh leluhur.

Salah satu pengetahuan tersebut adalah Smong.

Mak Rukiah, yang menjadi narasumber dalam liputan tersebut mengkisahkan bahwa ibunya meninggal karena dahsyatnya gelombang tinggi yang terjadi pada 1907.

Peristiwa itu ia kenal dengan “Smong Tahun Tujuh”.

Dari pengalamannya itu, ia mendapatkan nasihat dari neneknya, Mak Jadah, jika terjadi gempa, lalu air laut surut, segeralah naik ke bukit dan tinggalkan harta benda karena setelah itu akan datang Smong.

Lihat juga: Tsunami Hikayat Smong Penjaga Hayat

Teknologi Tradisional

Teknologi tradisional adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang atau cara yang diperlukan bagi kelangsungan atau kenyamanan hidup manusia dalam bentuk produk, kemahiran dan keterampilan masyarakat sebagai hasil pengalaman nyata dalam berinteraksi dengan lingkungan, dikembangkan secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya. antara lain arsitektur, perkakas pengolahan sawah, alat transportasi dan sistem irigasi.

Ada sebuah komunitas pegiat yang sudah lebih dahulu memajukan kebudayaan dalam bidang arsitektur sebelum adanya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Komunitas tersebut adalah Rumah Asuh.

Rumah Asuh yang diinisiasi oleh Yori Antar telah berkiprah dalam melestarikan arsitektur tradisional Indonesia.

Kegiatan mereka yang sangat terkenal adalah sewaktu mereka merevitalisasi rumah tradisional di Wae Rebo.

Buku yang berisi kumpulan tulisan tentang Wae Rebo pun diterbitkan pada 2010 dengan judul Pesan Dari Wae Rebo:  Kelahiran Kembali Arsitektur Nusantara. Sebuah Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan.

Atas dedikasinya, Gerakan Rumah Asuh telah mendapatkan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi pada tahun 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Seni

Seni adalah ekspresi artistik individu, kolektif atau komunal yang berbasis warisan budaya maupun berbasis kreativitas penciptaan baru, yang terwujud dalam berbagai bentuk kegiatan dan/atau medium. Seni antara lain seni pertunjukan, seni rupa, seni sastra, film, seni musik dan seni media.

Dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan, seni adalah yang paling umum didengar.

Hampir masyarakat umumnya menganggap kebudayaan itu seni. Padahal, seni hanya menjadi bagian dari kebudayaan.

Ketenaran seni di masyarakat luas tidak lepas dari peranan media.

Setiap hari ada saja berita tentang selebritis, film, musik, serial televisi.

Bahasa

Bahasa adalah sarana komunikasi antarmanusia, baik berbentuk lisan, tulisan, maupun isyarat, antara lain bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

Umumnya, buku dari yang membahas ilmu hingga novel yang menghibur menggunakan bahasa Indonesia sebagai media penyampaiannya.

Pernahkah pembaca melihat buku yang diterbitkan menggunakan bahasa daerah?

Pembaca bisa mencari tahu karya-karya Almarhum Bapak Suparto Brata.

Almarhum adalah seorang sastrawan yang menggunakan bahasa Jawa untuk cerita-cerita detektifnya.

Dahulu Almarhum memiliki website pribadi www.supartobrata.com. Namun sayang, pada saat ini sudah tidak bisa diakses kembali.

Permainan Rakyat

Permainan Rakyat adalah berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya yang bertujuan untuk menghibur diri antara lain, permainan kelereng, congklak, gasing dan gobak sodor.

Permainan rakyat juga menjadi salah satu objek pemajuan kebudayaan.

Tahukah pembaca, dengan kata-kata “hompimpa alaium gambreng”?

Sepertinya tidak asing ditelinga kita karena sewaktu kanak-kanak kita sering mengucapkannya ketika sedang bermain.

Ternyata “hompimpa alaium gambreng” mempunyai arti yang sangat dalam.

dalam bahasa Sansekerta artinya adalah “dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain”.

Lewat permainan kita telah diajarkan untuk menyembah dan pasrah kepada Sang Kuasa.

Namun, kebanyakan dari kita tidak tahu bukan?

Sekarang saatnya kita mencari tahu.

Olah Raga Tradisional

Olah Raga Tradisional adalah berbagai aktivitas fisik dan/atau mental yang bertujuan untuk menyehatkan diri, peningkatan daya tahan tubuh, didasarkan pada nilai tertentu, dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain bela diri, pasola, lompat batu dan debus.

Kabar bahagia bahwa silat akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya TakBenda Dunia oleh UNESCO pada 2019.

Apa arti penting dari hal itu?

Bahwa silat sekarang tidak hanya menjadi perhatian Indonesia, namun sudah mendunia.

Semoga dengan penetapan ini, silat semakin diperhatikan perkembangannya, dilindungi keberadaannya, dibina pegiatnya, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan untuk mengetahui lebih banyak olah raga tradisional Pasola, pembaca dapat melihat buku di bawah ini.

Lihat juga: Budaya Sumba Jilid 2

Memajukan Objek Pemajuan Kebudayaan

Setelah kita mengenali sepuluh objek pemajuan kebudayaan, saatnya kita bersama-sama memikirkan langkah apa untuk memajukan kebudayaan kita.

Tidak perlu memikirkan langkah yang jauh ke depan karena sulit pastinya. Namun, kita bisa memulai dengan langkah yang kecil.

Munculkan inisiatif, ajak kawan sekitarmu, dan mulailah bergerak memajukan objek pemajuan kebudayaan ini.

Semoga dengan langkah-langkah kecil yang kita mulai dapat membuat manfaat yang lebih besar ke depannya.

Seperti peribahasa

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Semoga apa yang kita mulai sekarang, menjadi batu pijakan untuk melangkah yang lebih jauh lagi.

Pesan, saran dan kritikmu turut membangun website ini!

error: Maaf, konten terproteksi.